Cari di Blog Ini

Selasa, 27 Juni 2017

Travel / Jalan - Jalan / Wisata to Ho Chi Minh City, Vietnam

Kota ini terletak di bagian selatan Vietnam. Dahulu biasa disebut dengan Saigon.
Ho Chi Minh City mempunyai banyak bangunan peninggalan Perancis yang masih terpelihara dengan baik dan menjadi object wisata.




Visa:
Visa on Arrival untuk kunjungan singkat atau wisata bisa didapatkan secara gratis bagi pemegang passpor Indonesia. Umumnya diberikan ijin tinggal selama 30 hari.

Currency/Mata Uang:
Mata Uang yg digunakan adalah Vietnam Dolar (VND).
Sebaiknya menukar uang di Indonesia. Kebanyakkan Money Changer disana tidak menerima Rupiah (termasuk di Airport). Dapat juga membawa US Dollar untuk ditukarkan disana.

Iklim dan Kondisi Alam:
SubTropis, lebih sejuk dari Jakarta, Indonesia.
Trotoar pada jalan-jalan utama termasuk lebar dan cukup nyaman untuk digunakan.

Transportasi:
Taxi (dengan meter/argo). Taxi dapat dibayar secara tunai/cash maupun kartu kredit Visa/Master. Taxi utama disana adalah VinaSun. Selain itu ada juga Mai Linh. Kedua taxi ini cukup baik dan dapat dipercaya. Tidak disarankan untuk naik taxi dengan merek lain.
Namun untuk transportasi dari Bandara ke kota, disarankan untuk menggunakan Taxi Bandara Song Viet. Mereka memiliki counter setelah Imigrasi. Dapat dibayarkan dengan VND atau dengan US Dollar.

Bahasa:
Bahasa utama adalah Bahasa Vietnam. Beberapa tempat seperti restaurant atau tempat wisata popular menyediakan menu atau petunjuk dalam Bahasa Inggris. Orang muda mengerti Bahasa Inggris, tp generasi sebelumnya agak sulit untuk berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.

Tempat Menarik Untuk Di Kunjungi:
Notre Dame Cathedral, Central Post Office, Reunification Palace (Ex Presidential Palace), War Remnant Museum, Opera House, City Hall, Ben Thanh Market, etc.
Hati-hati bila berkunjung ke Ben Thanh market, beberapa penjual sangat aggressive bahkan memaksa begitu kita mulai menawar barang. Namun ada juga beberapa toko dengan fixed price dibagian luar bagi Anda yang tidak suka menawar.

Minggu, 23 April 2017

Sukuk Tabungan (ST-001)

Sukuk Tabungan adalah produk investasi berbasis syariah yang diterbitkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Keuangan, yang ditujukan bagi investor individu Warga Negara Indonesia. Sukuk Tabungan merupakan varian dari Sukuk Ritel yang merupakan instrumen investasi yang khusus ditujukan bagi individu Warga Negara Indonesia.


Minimum Pembelian: Rp. 2 Juta.
Tingkat Imbalan: 6.9%
Pembayaran Kupon Pertama: 7 Oktober 2016
Jatuh Tempo: 7 Oktober 2018

Saving Bond Ritel (SBR002)

Satu lagi alternatif investasi yang aman adalah Saving Bond Ritel (SBR) berseri SBR002 yang dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia.


Berikut detailnya:
1. Pembayaran Kupon Pertama Kali 20 Juni 2016 
2. Tanggal Jatuh Tempo 20 Mei 2018
3. Jenis Kupon Mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) 
4. Tingkat Kupon
  • Tingkat Kupon untuk periode 3 bulan pertama (tanggal 26 Mei 2016 sampai dengan tanggal 20 Agustus 2016) adalah sebesar 7,50%, berasal  dari Tingkat Bunga Penjaminan LPS pada saat penetapan sebesar 7,25% ditambah  spread tetap 25 bps.
  • Tingkat Kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3 bulan pada Tanggal Penyesuaian Kupon sampai dengan Jatuh Tempo.
  • Penyesuaian Tingkat Kupon didasarkan pada Tingkat Bunga Penjaminan LPS ditambah spread tetap  25 bps. Tingkat Bunga Penjaminan LPS mengacu pada Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan untuk Bank Umum yang berlaku pada Tanggal Penyesuaian Kupon.
  • Tingkat Kupon Minimal (floor) sebesar 7,50%

Minggu, 02 Agustus 2015

Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kotamadya Bekasi 2

Pembayaran PBB pada tahun 2015 ini sudah tidak mengalami kesulitan seperti pada awal - awal peralihannya ke Pemda Bekasi pada tahun 2013 lalu. (http://all-numbers.blogspot.com/2013/08/pembayaran-pajak-bumi-dan-bangunan-pbb.html).

Beberapa waktu lalu saya melakukan pembayaran PBB melalui Bank BJB yang berlokasi di Jalan Jatiwaringin, dekat Kecamatan Pondok Gede.
Antrian antara nasabah biasa dengan pembayar PBB tidak dipisahkan disini. Jumlah tempat duduk juga cukup banyak dan nyaman. Ada 3 petugas teller yang melayani berbagai transaksi. Tidak perlu menunggu lama, hanya sekitar 15 menit menunggu antrian.
Proses pembayaran sendiri juga cukup cepat, sudah tidak ada lagi gangguan proses lambat dan sebagainya. Bagusnya pada Bank BJB tidak dikenakan biaya tambahan, jadi kita cukup membayar harga sesuai dengan tagihan yang tertulis pada tagihan PBB dengan sedikit pembulatan ke atas.
 

Senin, 20 Juli 2015

Saving Bonds Ritel (SBR001)

Satu lagi alternatif investasi yang aman adalah Saving Bond Ritel (SBR) berseri SBR001 yang dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia.
 
Berikut detailnya:
 
1. Pembayaran Kupon Pertama Kali 20 Juni 2014
2. Tanggal Jatuh Tempo 20 Mei 2016
3. Jenis Kupon Mengambang dengan tingkat kupon minimal
(floating with floor)
4. Tingkat Kupon
 
  • Tingkat Kupon untuk periode 3 bulan pertama (tanggal 31 Mei 2014 sampai dengan tanggal 20 Agustus 2014) adalah sebesar 8,75%, berasal dari Tingkat Bunga Penjaminan LPS pada saat penetapan sebesar 7,50% ditambah spread 125 bps.
  • Tingkat Kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3 bulan pada Tanggal Penyesuaian Kupon sampai dengan Jatuh Tempo.
  • Penyesuaian Tingkat Kupon didasarkan pada Tingkat Bunga Penjaminan LPS ditambah 125 bps. Tingkat Bunga Penjaminan LPS mengacu pada Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan untuk Bank Umum yang berlaku pada Tanggal Penyesuaian Kupon.
  • Tingkat Kupon Minimal (floor) sebesar 8,75%

Keuntungan dari investasi ini adalah:
 
  • SBR Minim Risiko Gagal Bayar. Risiko ini sangat minim karena adanya Undang Undang yang menjamin. 
  • Tidak ada Risiko Tingkat Bunga (Interest Rate Risk) dimana terjadi perubahan tingkat bunga di pasar yang berpotensi pada kerugian bagi investor. Risiko ini tidak akan dialami oleh investor SBR karena tingkat kupon SBR mengikuti tingkat bunga penjaminan LPS dengan jaminan tingkat bunga minimal (floor) sampai dengan jatuh tempo.
 
Sedangkan Kekurangan dari investasi ini adalah:
 
  • Risiko Likuiditas (Liquidity Risk) adalah risiko bila investor tidak dapat melikuidasi produk investasi dalam waktu yang cepat pada harga pasar. Karena tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder dan tidak dapat dicairkan sebelum jatuh tempo, untuk mengantisipasi risiko ini, investor SBR diharapkan melakukan diversifikasi.